Senin, 27 Juni 2016

Jika Aku Mati...

Sebenarnya, sudah lama ingin menulis tentang ini. Hanya sajaa... Ah, sudahlah...

Tulisan ini tertuju kepada diriku sendiri, keluarga, orang terdekat, sahabat, teman, tetangga, dan semua orang muslim yang ada di dunia ini, karena aku tak tahu di mana tanah tubuhku berasal, maka aku tak tahu dimanakah aku akan dikebumikan kelak. 

Jika aku mati nanti, apa yang kurasakan? Akankah perasaanku sama seperti saatku hidup? 

Jika aku mati nanti, 3 hal yang paling kutakutkan. Sakaratul maut, suul khatimah dan azab kubur. Yaa Allaaah, mudahkan segalanya, berikan aku husnul khatimah dan jauhkan aku dari azab kubur.

Jika aku mati, lakukan untukku 4 hal : mandikan aku, kafani aku dengan 5 lapis kain kafan sederhana, shalatkanlah aku, ajaklah orang sebanyak-banyaknya untuk menyalatkanku dan terakhir kuburkan aku. 

Jika aku mati, doakan aku. Setidaknya, doakan aku. Dan jika kamu mampu dan ikhlas, bacalah al-ikhlas dan al-fatihah, niatkan pahalanya untukku. Dan jika kamu mampu, bersedekahlah, bershalawatlah, beramallah, selipkan namaku dalam niatmu.

Jika aku mati, relakan aku. Aku tak mau seorangpun di hari aku meninggal meraung-raung dan meratap. Jika ada, katakan padanya untuk sabar, katakan padanya untuk beristigfar. Sudah waktunya aku pergi, Allah yang mengambilku. 

Jika aku mati dan dikubur, jangan bangun apa-apa di atas kuburanku. Jangan bangun apa-apa. Letakkan saja batu nisan  di ujung kepala dan kakiku sebagai pertanda bahwa akulah yang beristirahat di bawahnya.

Jika aku mati, ingatlah, kau juga akan mati suatu hari nanti. 

Jika aku mati, ziarahi kuburku, tapi jangan meratap. 

Jika aku mati, wakafkan dan sedekahkan semua barang-barang yang kutinggalkan. Atau, bagilah sesuai dengan ilmu mawaris yang Allah dan Rasul ajarkan. Jangan berkelahi, jangan berebut, jangan bertikai. Itu akan menyakitiku.

Jika aku mati, setidaknya lagi, kirimkan aku al-fatihah. Jangan bawakan aku bunga tanda sukacita. Bunga itu akan layu dan kering sementara jasadku di alam barzah tak menerima manfaat apa-apa. 

Allahumma ahyinaa bil iimaan, wa amitnaa bil iimaan, wa adkhilnaal jannata ma'al iimaan. Aaamiiin... 

Tulisan ini Edelweis copas dari Khariul Baraah, terima kasih, sangat membantu!^^
Oh ya jika kalian ingin melihat alamat blognya : 
http://baraahpoeblog.blogspot.co.id/2014/08/jika-aku-mati.html?m=1

Sabtu, 18 Juni 2016

Jatuh cinta atau jatuh nafsu?

Jika muslim/muslimah jatuh cinta, apa yang harus dilakukan?
Jatuh cinta dimasa remaja ini memang wajar, kaum muda-mudi pun tak sedikit yang sedang dilanda asmara. Ada yang lagi senang hatinya karena perasaan direspon gebetan, atau ada yang sedih hatinya karena hubungan diambang kehancuran.
Readers, tidak ada yang melarang untuk jatuh cinta, sesungguhnya itu adalah fitrah dari Allah SWT. dan cinta itu suci, tergantung kamu sebagai hambaNya membalas suci lagi atau tidak.
Jika kalian jatuh cinta akhirnya tak harus menjalain hubungan pacaran. Karena pacaran adalah zina. Allah saja melarang kita untuk mendekati zina, bagaimana kita melakukannya (dengan berpacaran) ?. Memang sih pacaran pertamanya gak melakukan ini itu, lalu sering berjalannya waktu terjalinnya hubungan akan ada tuh gandengan tangan, pelukan, ciuman, sampai adegan yang lebih intim lagi, astagfirullah. Kamu itu jatuh cinta atau jatuh nafsu?
Aku mengutip salah satu quote dari temanku

"Apakah cinta itu sebenarnya? 
 Apakah nafsu itu sebenarnya?
 Sulit membedakan antara cinta dan nafsu
 Cinta pada berlawanan jenis itu seperti apa?
 Apa seperti orang yang bergandengan tangan tanpa ikatan yang halal?
 Kurasa tidak, itu bukan cinta, itu adalah nafsu
 Lalu bagaimana jika mereka terikat ikatan haram lalu mereka halalkan pada jalan pelaminan?
 Atau halalnya hanya sekedar ucapan tanpa sesuai peraturan & ketentuan yang ditetapkan-Nya?" 

Bagaimana dengan kalian, apa kalian bisa membedakan apa itu cinta, apa itu nafsu, dengan cinta yang semu?
Readers, jangan sampai gara-gara cinta kamu terdorong oleh nafsu semata. Kamu boleh bilang "Gak akan pernah lakuin hal semacam itu" dengan alasan sayang dan cinta sama pacar, atau ingin melindungi si pacar.
Guys, semua manusia bisa khilaf, cuman gak tau datangnya kapan. Mungkin kamu bicara hal itu kemarin tau-tau esoknya kamu melakukan zina atas dasar hawa nafsu. Itu sama aja kamu merusak pacarmu, sadar dong udah banyak manusia-manusia yang khilaf dan berakhir tidak menyenangkan.
Kamu katanya islam, tapi kok pacaran?
Kamu katanya percaya Allah, tapi kok masih mengikuti ajaran setan?
Jika kamu jatuh cinta :

1. Berdoa sama Allah SWT.

Terus, terus, berdoa agar cintamu tersampaikan kepadanya. Allah gak akan tega kalau kamu terus-terusan berdoa meminta jodoh yang terbaik, Allah pun akan kasih pula yang terbaik. Allah mengerti doa-doa hambanya, bahkan sebelum kita tidak menemukan kata-kata untuk mengatakannya. Karena kalau bukan kepada Allah Yang Maha Punya, kemana lagi kita harus berdoa?
"Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu" (At-Tur:48)

2. Terus perbaiki dirimu
Memperbaiki diri untuk menjadi pantas dan mendapatkan yang pantas. Jika shalat kamu masih bolong-bolong perbaiki supaya full 5 waktu, berpuasa, sedekah. Belajar dengan giat, kejar cita-citamu, gapai dan jadilah orang sukses. Jadi ketika kalian dipertemukan oleh jodohmu, ketika sama-sama telah mencapai dewasa, kalian tak akan malu oleh diri masing-masing karena kalian sudah memperbaiki diri untuk mendapatkan jodoh yang terbaik.
Ketika kamu sibuk memperbaiki diri. Allah juga sibuk memperbaiki jodohmu.
"Wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik (begitu pula sebaliknya)" - Q.S An Nuur: 26

3. Cari kesibukan yang lain
Biar kamu gak kepikiran dia terus, kalau sempat kepikiran jadikan itu sebagai motivasi untuk terus perbaiki dirimu. Tapi, jangan terus-terusan mikirin karena itu adalah zina pikiran.
Cari kesibukan seperti bergabung dalam organisasi terutama yang islam seperti ceramah, rohis, seminar, tadarusan dll untuk memperkuat imanmu dan menambah pengetahuanmu.
Wahai akhi, ketika kamu merasa malas maka ingatlah di luar sana para pesaingmu sedang latihan ijab kabul #eaa

4. Jadilah jomblo fii sabilillah
Duh, jangan pernah ngiri deh sama orang pacaran. Pacaran itu cuma nikmat sesaat selebihnya cuma maksiat. Pacaran itu dilarang Allah. Pacaran itu zina. Pacaran itu ngabisin duit, gak percaya? Coba tanya sama teman kamu yang pacaran jalan-jalan pas malam minggu. Daripada itu mending duitnya kamu tabung biar bisa dipakai untuk resepsi sama calonmu #eaa
Jangan malu dibilang jomblo
Jangan malu dibilang sendirian terus. Dihati kamu ada Allah SWT. yang menjagamu dan di sebelah kanan kirimu ada malaikat Raqib dan Atid.
Coba bayangin nanti pas kamu menikah ditanyain sama suami/istrimu
 "Berapa mantan yang kamu punya sebelumnya?"
Kalau kamu gak pernah pacaran sebelumnya, kamu bisa jawab seperti ini
"Aku tidak punya mantan, aku hanya punya kamu (suami/istriku). Aku ingin menjaga hatiku dari cinta semu. Aku ingin menjaga hatiku untuk cinta halalku. Aku tak ingin merusak fitrah ini dari zina"

Jangan khawatir perihal jodoh. Jodoh yang menentukan adalah Yang Maha Kuasa. Kalau kalian berjodoh sejauh-jauhnya kalian, Allah akan mendekatkan. Berdoa saja kalau dia adalah nama yang ditulis di lauhful mahfudzNya. Jika tiba pada waktunya, ia akan datang sesuai ketetapanNya.
Tapi, jangan mencintainya lebih dari mencintaiNya, Allah maha pencemburu. Sebelum kamu mencintai hambaNya kamu juga harus lebih mencintai Allah. Jodoh itu udah ada yang ngatur, jadi dekatilah yang ngaturnya.
Aku pun mengutip puisi dari akun dunia jilbab :

Jika kamu mencintainya,
Jangan katakan kamu menginginkannya
Biarkan saja rasa itu berada dalam fitrahnya
Jika kamu mencintainya, 
Rangkai saja dulu rindumu dalam sebaris doa
Pasrahkan hati hanya pada Sang Maha Kuasa
Relakan rasa yang tersembunyi itu seperti cintanya Ali dan Fatimah
Jika kamu mencintainya,
Bukan berarti sekarang kamu harus memilikinya
Bukan berarti sekarang kamu harus melampiaskannya
Jika kamu benar-benar mencintainya,
Jaga rasa itu seperti layaknya mutiara di dasar lautan
Biarkan tumbuh menjadi permata
Lindungilah cinta itu agar tetap suci diridhoi olehNya
Jangan sampai karena cinta, kamu menduakan cintaNya
Jika kamu mencintainya,
Lindungilah dia dari zina 
Hindari segala dosa
Agar tidak mendapat murkaNya
Karena jika telah tiba pada waktunya
Jodoh pasti bertemu sesuai ketentuanNya
Jujur
Aku memang merindukanmu
Merindukan satu nama hamba Rabbku
Tapi lagi-lagi waktu belum mengizinkan kita bersatu
Saat ini
Hanyalah kesabaran yang aku tahu
Hanyalah keikhlasan yang akan menjawab sang waktu
Jujur
Rindu itu slalu datang
Rindu akan nama yang tertulis di lauhul mafuzdMu
Rindu akan seseorang yang akan menjadi imamku kelak
Iya
Seseorang yang akan memimpin doaku
Seseorang yang akan menuntun doaku
Doanya..
Doaku..
Sajadahnya di depan sajadahku
Dialah hamba Rabbku
Yang langkahnya slalu ada iringi doaku
Yang namanya slalu ada dalam sujudku
Jika cinta ini tak mampu bersatu di dunia,
Biarkan alam yang lebih kekal mempersatukannya
Serahkan segala pada Yang Kuasa
Karena hanya Dia pemilik cinta paling mulia
Ya Rabb..
Aku percaya
Tak ada cinta yang tak mulia
Bila cinta itu terhubung oleh cintaMu


Fiuhh....
Akhirnya post terpanjang yang pernah Edelweis buat, dalam rangka bulan ramadhan aku membuat postingan ini, semoga kalian suka yaa. Oh ya mohon maaf lahir & batin.
Semangat hari yang ke 17! Yeaaay
Yang ngajakin bukber udah bertebaran yaaa, tapi keuangan gak bersahabat :'(
See yaa..

Regards,
IA




Jumat, 10 Juni 2016

Jurusan oh jurusan..

Hai readers! ^^
Udah lama yah gak publish lagi, ada yang merindukanku? hehehe
Hari yang panas tapi hati jangan ikutan panas liat gebetan jalan sama yang lain. Yah walau bukan siapa-siapa sih... Eh kok jadi melenceng dari topik sih, sekarang kita lagi gak bahas cinta-cintaan dulu yaa. Jadi yang udah siap baper mendingan minggir dulu oke, postingan kali ini saya mau bahas tentang pendidikan kalian, khususnya SMA si putih abu-abu ini memang gak ada habisnya untuk kita bahas ya. Gimana suka duka disini, dalam urusan percintaan kayak dapat gebetan baru, keseruan dalam petualangan sama teman-teman, ajang remedial yang tak kunjung selesai, sampai segala tetek bengek lainnya.
Tapi pernakah readers pikirkan setelah lulus mau jadi apa? kemana? jurusan apa? pilih passion atau prospek kerja?. Memang gak semuanya anak SMA lulus mau belajar lagi di kuliah nanti, ada sebagian juga dari mereka yang memilih untuk melanjutkan di dunia pekerjaan. Sebagai siswi SMA yang nanti naik kelas 3, saya mau sharing tentang " memilih jurusan " di perkuliahan nanti.
Yuk scroll ke bawah..
.
.
.
.
.

1. Jangan ikut-ikutan
Tuh baca guys!

Yup, namanya juga baru lulus. Masa-masa SMA juga masih melekat sama diri kita masing-masing. Di SMA mungkin kalian masih melakukan ajang ikut-ikutan ini. Ikut-ikutan karena lagi nge-trend, karena jurusan ini banyak yang dipilih, atau karena temen-teman banyak yang masuk jurusan ini. Oh come on, masa depan kalian gak  bisa ditentukan seperti ini dong. Teman-teman kalian memilih jurusan x karena mereka ada passion disitu, Jadi besar kemungkinan mereka bakal lebih mudah atau sukses menjalankannya. Tapi kalau kamu memilih jurusan karena ikut-ikutan, gimana? kamu bisa pikir sendiri kan. Sukses gak datang dari kamu yang ikut-ikutan.

2. Jangan memilih jurusan karena iseng

Duh bingung kan jadinya..

Nah ini yang lebih parah. Sekali lagi saya katakan masa depan itu kamu yang tentukan sendiri. Kalau pilih karena iseng yah, masa depan kamu juga gak jelas nantinya.

3. Say no to " Memilih jurusan karena terpaksa "
mah, pah tolong dengerin aku dulu...

Ini biasanya karena paksaan orang tua yaa. Orang tua mu sepakat memilih jurusan kedokteran untuk kuliahmu nanti. Menurut mereka biar masa depan mu jelas. Iya sih, orang tua mana sih yang gak sayang sama anaknya, mereka melakukan ini supaya kamu sukses. Tapi, apa jurusan itu sesuai sama minatmu? Kalau gak, coba kamu bilang baik-baik sama ortu kamu, jangan malah gak suka sama keputusan mereka terus kamu marah dan gak ngejelasin apapun ke mereka kenapa kamu gak suka pilih jurusan itu. Coba jelasin dengan cara baik-baik, katakan ke mereka kalau kamu punya minat dan udah tau mau pilih jurusan apa, walau gak sekeren kedokteran atau teknik. Tapi masa depanmu terjamin karena kamu mumpuni dalam jurusan itu. Tiap anak terlahir akan keistimewaan dan itu gak sama, kemampuan juga berbeda-beda. Orang tuamu lambat laun akan mengerti kok. So keep spirit!

4. Minta saran dari orang tua
Orang tua yang selalu mendukung

Kalau kamu udah jelasin ke orang tuamu, gak salah juga loh kita minta saran dari mereka. Selain bisa saling tukar pikiran berdikusi dengan orang tua juga menghindari ambil jurusan secara terpaksa.

5. Sesuaikan bakat dan minat
bakatku? hmm

Kalau yang ini kamu tanya sama diri sendiiri. apa minatmu? apa bakatmu? apa kemampuanmu? Bakat dan minat bisa membantumu memilih jurusan dan mau jadi apa kamu nanti. Contoh kamu suka banget otak-atik komputer, sering mengikuti ajang perlombaan, tak jarang memborong piala dan kamu sadar bahwa bakatmu memang di komputer. Kamu bisa pilih jurusan IT di perkuliahan nanti. Jika kamu bingung apa minat mu coba baca nomor selanjutnya

6. Pilih bidang..

Pilih bidang yang membuatmu tertantang, pilih bidang yang membuatmu penasaran sampai rela buat ngulik itu siang - malam tanpa kenal waktu biar gak dibayar sekalipun. Pilih bidang yang tanpa disuruh pun kamu curi-curi waktu buat bealajar sendiri, atau tanpa sadar suka cari-cari info di internet atau lewat google. Pilih jurusan yang benar-benar jadi muara ilmu pengetahuan yang ingin kamu tekuni sampai akhir hayat.

7. Ayo berani
Berani melangkah!
Berani pilih jurusan yang kamu minati, berani pilih jurusan yang jarang orang tekuni. Gak ada salahnya kok kamu melangkah. Gak banyak orang yang pilih jurusan kayak kamu? gak masalah. Selagi kamu tekuni jurusan itu sukses akan slalu bersamamu.

8. Jangan pilih karena prospek kerjanya yang bagus
Jurusan itu sama aja kok!
Hayoo siapa disini yang berpikiran kaya gitu, ah gue pilih jurusan ini aja deh, prospek kerjanya bagus, gak kaya yang laen . Mulai sekarang buang pikiran kaya gitu, semua jurusan di perkuliahan sama kok, gak ada yang bagus ataupun jelek. Jurusan-jurusan itu kan yang membantumu memilih perkerjaan yang baik.

9. Komitmen!
commitment guys
Pertanyaan yang harus kita jawab adalah seberapa jauhkah kita berkomitmen untuk jurusan studi kuliah tersebut. Apa kita yakin mau mengorbankan waku kita untuk mempelajari jurusan tersebut?. Apa kita cukup sabar dalam menyelesaikan jurusan yang kita pilih?. Pastikan kita slalu berkomitmen.

10. Doa

Semua usaha harus diiringi oleh doa, kalau kamu udah mantap dengan jurusan yang kamu ambil jangan lupa berdoa agar diberi kemudahan dalam menjalankannya.



Kita boleh kehilangan segalanya, tetapi kita tidak boleh kehilangan harapan. Readers semangat ya pilih jurusannya, semoga postingan ini dapat membantu kalian semua ^^. Jangan menyerah!
Hei kalian bisa mengisi kolom komentar untuk memberi saran atau bercerita. Itu akan sangat-sangat membantu. Terima kasih

Regards,
IA